Rabu, 19 September 2012

Menghitung Asa


Pagi menyeru dan membangunkanku
Udara yang sejuk dan dingin menusuk tulangku
Adzan subuh berkumandang memanggilku untuk pergi ke masjid
Ku berjalan mrnghampirinya

Hati ini berharap agar jiwa tenang
Seperti diamnya daun pada dahannya
Tapi takdir selalu mendahuluinya
Karena kita dimiliki oleh yang menentukan takdir

Hal ini terus berulang, dan berulang
Menyesakkan dada membuat mata ini berkaca-kaca
Tapi air mata ini sudah habis menangisi perkara ini
Dan kucoba untuk bertahan

Peristiwa ini menuntunku untuk senantiasa beristrigfar
Memohon ampun atas segala kesalahanku
 Agar setiap kejadian ini bisa diambil hikmahnya
Pelajaran hari ini senantiasa menumpuk menyisakan PR yang harus diselesaikan

Menghitung asa untuk senantiasa berintropeksi diri
Untuk mengembalikan semua kepada yang dulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar