Rabu, 19 September 2012

... KAMI RAKYAT KAU WAKIL WAKYAT ...

Bismillah .. kami dan kau tak mungkin duduk sejajar ..
kami berbaju kumal, kau berbaju mahal ..
kami orang kecil, kau pembesar ..
kami terpinggirkan, kau selalu terdepan ..

kami dan kau tak mungkin besanan ..
kami tInggal di gubuk liar, kau di rumah mewah ..
kami makan seadanya, kau makan tak ada habisnya ..
kami kebanjiran, kau tenang-tenang ..

kami dan kau tak mungkin disatukan ..
kami tak masuk hitungan, kau selalu terbilang ..
kami terbuang, kau terpandang ..
kami direndahkan, kau ditinggikan ..

kami dan kau tak bisa sejalan ..
sebab kami hidup oleh kejujuran ..
dan kau oleh kecurangan ..
kami hidup tenang, kau hidup galau penuh risau

Menghitung Asa


Pagi menyeru dan membangunkanku
Udara yang sejuk dan dingin menusuk tulangku
Adzan subuh berkumandang memanggilku untuk pergi ke masjid
Ku berjalan mrnghampirinya

Hati ini berharap agar jiwa tenang
Seperti diamnya daun pada dahannya
Tapi takdir selalu mendahuluinya
Karena kita dimiliki oleh yang menentukan takdir

Hal ini terus berulang, dan berulang
Menyesakkan dada membuat mata ini berkaca-kaca
Tapi air mata ini sudah habis menangisi perkara ini
Dan kucoba untuk bertahan

Peristiwa ini menuntunku untuk senantiasa beristrigfar
Memohon ampun atas segala kesalahanku
 Agar setiap kejadian ini bisa diambil hikmahnya
Pelajaran hari ini senantiasa menumpuk menyisakan PR yang harus diselesaikan

Menghitung asa untuk senantiasa berintropeksi diri
Untuk mengembalikan semua kepada yang dulu

Sabtu, 15 September 2012

Hati yang keras

Harus kuat mengadapi hidup ini
Walau terasa tak kuat maka aku harus menguatkannya
Rasa sayang sudah tak berguna lagi
Yang ada rasa dengki selalu di hatinya
Tak tahu mengapa itu terjadi dalam diriku
Kurasa ini ada ujian untuk diriku

 Kenapa hati itu terlalu keras
Padahal batu saja bisa berlubang
Ya...berlubang dengan tetesan air, setetes demi setetes

Kenapa nasehat ini selalu mentah
Tak tertangkap oleh hatinya
Tak tahu mengapa???
Apakah ada yang salah dalam diriku
Aku  pun tak tahu

Entah bingung selalu menyertaiku
Rasa hampa selalu menemani hatiku
Bosan dan penat menyelimutiku
Ingin ku pergi ke tempat yang sunyi
Dan kukatakan bahwa aku enggan menyapa hati yang keras